Info

Surat Terbuka Ketua PDPM Purwakarta untuk Warga RRT

Foto/Ayoawasi

PURWAKARTA– REDAKSI ayoawasi.com memperoleh surat terbuka dari seorang tokoh pemuda, Cecep Dinda Satya Hidayat Ketua PDPM Kabupaten Purwakarta, yang diperuntukkan kepada warga RRT.

Pemuda Muhammadiyah kabupaten Purwakarta mengutuk keras perilaku warga RRT terhadap muslim UIGHUR.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah juga meminta untuk mengakhiri Kekerasan terhadap muslim UIGHUR.

Berikut surat terbuka tersebut:

Perihal: Akhiri Kekerasan Terhadap Muslim UIGHIR

Assalamualaikum.

Kawan-kawan yang dirahmati Allah, hari ini Alhamdulillah kita masih dapat berkumpul bersama dengan orang yang selalu kita sayangi dan masih bernaung dalam ruang lingkup alam pada bingkai senyum dedauan pada sebuah pohon Alba ataupun alkasia.

Kawan-kawan, pada waktu manis, entah ketika bulan berguling kebalik gunung atau saat matahari menunjukan taringnya. Waktu itu, segerombolan asap hitam tiba-tiba datang dengan penuh ancaman,, teriakan genosida, ujaran provokasi kebencian, atas dasar menghindari ekstrimisme, kalian tangkap sahabat kami yang sedang memeluk erat Al Qur’an, yang sedang menggandeng anaknya menuju madrasah, bahkan seorang ibu berjilbab pun ditarik dari dapur dengan paksa kemudian disungkurkan diatas tanah yang sama-sama meratap menampung darah saudara kami.

Saat itu, senyum berubah tangis, bahkan seketika angin menyimpan hembusan nafasnya ketika 2 juta umat muslim dikurung pada kamp konsentrasi mirip gaya nazi yang memaksa kawan, sahabat, atau keluarga kami untuk mengutuk agama yang selama ini kami yakini, agama yang rahmatan Lil Al-Amin. Kemudian, kawan kami dipaksa untuk memakan daging babi, yang lagi-lagi atas dalih memerangi ekstrimisme, sungguh biadab mereka pada sahabat kami.

Kawan-kawan, saat menulis ini, anak-anak disini masih dapat bermain dan berkomunikasi dengan bahasa yang mereka bisa, bahasa yang fasih diucapkan oleh mereka, atau bahasa yang menjadi hak mereka. Tapi, anak-anak di Uyghur, hak mereka diambil paksa, bahasa air mengalir disumbat paksa, dibendung tiba-tiba dengan cara memindahkan dengan bahasa China, maaf, Tiongkok maksudnya. Pakaian kami, berkain putih, bersarung, dan berpeci dikepala dengan kejam diganti dengan pakaian tiongkok yang bukan bahkan, jauh dari syariat Islam.

Bersama hujan reda dan air yang mengalir diantara bebatuan, kami, PDPM Kabupaten Purwakarta, mengutuk dan mengecam dengan keras atas kejadian yang menimpa sahabat kami, saudara kami, keluarga kami di Uyghur. Bersama jerit tangis saudara kami, kami meminta kepada pemerintah china, maaf, Tiongkok untuk menghentikan kekejaman tersebut dan DKPBB untuk mengadili siapapun yang menjadi dalang kekejaman tersebut untuk bertanggung jawab sepenuhnya.
#saveuyghur
#savemuslimuyghur
#stopgenocidauyghur

Wassalam..
Purwakarta, 20 Desember 2018

Oleh : Cecep Dinda Satya Hidayat
(Ketua PDPM Kab. Purwakarta)

Komentar

Paling Populer

Copyright © 2018 ayoaawasi.com

To Top