Info

Tingkatkan Kualitas Kader, DPC PPP Gelar Pendidikan Politik

Foto/Ayoawasi

PURWAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Purwakarta gelar penguatan kader melalui kegiatan Pendidikan Politik 2018, di Hotel Intan, Sabtu (22/12/2018).

Kegiatan Pendidikan Politik turut menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai unsur diantaranya, Bawaslu, KPU dan Kesbangpol.

Budi Sopani mengatakan, agenda pendidikan politik ini bertujuan untuk penguatan kader guna mencapai cita-cita menuju PPP sebagai partai besar yang bergerak bersama rakyat.

“Dengan acara ini diharapkan dapat menguatkan semua jajaran pengurus, para caleg dan patisan partai. Sehingga masa kejayaan yang sempat dicapai dapat kembali terulang,” ujarnya kepada ayoawasi.com.

Lanjut dia, pihaknya optimis bisa menjadi partai dengan perolehan dukungan untuk
mencapai peringkat minimal di tiga besar. Pileg kali ini menargetkan perolehan sebanyak 8 kursi legislatif.

“Ini bukan hanya soal menghadapi Pemilu mendatang, namun siapapun calon atau dukungannya, pelaksanaan Pemilu harus berlangsung aman dan kondusif,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Purwakarta Ujang Abidin, menyampaikan berbagai hal tentang proses secara umum. Salah satunya berkaitan dengan kampanye, metode kampanye, tempat-tempat yang dilarang untuk kampanye, proses pemasangan APK, dan juga tentang Laporan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) yang harus disampaikan pada tanggal 2 januari 2019.

“Momentum kegiatan pendidikan politik ini sangat tepat untuk mengingatkan partai politik agar calegnya juga menyampaikan sumbangan yang mereka terima dari masyarakat maupun dari badan hukum yang kemudian disampaikan ke partai politik. Setelah partai politik mereka
kemudian juga menyampaikan ke KPU. Sehingga itu momen yang tepat untuk mengingatkan agar partai politik tidak telat menyampaikan LPSDK, itu salah satu yang paling penting,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Ahmad Ikhsan mengungkapkan, bahwa di dalam pendidikan politik dirinya sangat mengapresiasi. Karena kegiatan ini merupakan amanat undang-undang yang harus dilakukan oleh partai politik. KPU memberikan apresiasi karena tujuan pendidikan politik ini ialah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Tentunya peserta pemilu, dalam hal ini para caleg, melalui partai politik harus mampu meningkatkan partisipasi pemilih dengan meyakinkan apa yang disampaikan olehnya dan pada saat dikampanyekan adalah terkait dengan visi, misi, program, citra diri, dan citra parpol.

“Dari KPU sendiri menjelaskan terkait dengan beberapa tahapan didalam kampanye, dengan metode-metode kampanye yang ada kurang lebih 12 metode kampanye. Kemudian kita sampaikan terkait pelaksanaan kampanye mulai per tanggal 23 September s/d 13 April 2019. Pada tanggal 24 Maret itu sudah mulai dilakukan metode kampanye dengan rapat umum, media elektronik dan media cetak. Kemudian yang terakhir kita juga berharap partai politik mampu melakukan pendidikan politik dengan baik sehingga masyarakat ini menjadi yakin pada calon pemimpin di Kabupaten, Provinsi, dan RI,” demikian pungkasnya.(fan)

Komentar

Paling Populer

Copyright © 2018 ayoaawasi.com

To Top